Revolusi Islam Iran Akan Menjadi Simbol Kekuasaan Politik Baru di Timur Tengah
Revolusi Islam Iran Akan Menjadi Simbol Kekuasaan Politik Baru di Timur Tengah
KALIBATA-Minggu 5 April 2026- Pakar sekaligus pengamat geopolitik, Jacob Ereste, mengeluarkan analisis tajam mengenai masa depan kawasan Timur Tengah.
Ia memprediksi akan terjadi pergeseran peta kekuatan yang drastis, di mana Iran akan muncul sebagai simbol kekuasaan politik baru, sementara pengaruh koalisi Amerika Serikat (AS) dan Israel di ambang kehancuran.
Kekuatan Spiritual dan Strategi Energi
Menurut Ereste, ketahanan Iran dalam menghadapi gempuran militer koalisi Barat bersumber pada satu hal yang tidak dimiliki lawan-lawannya:
Kekuatan Spiritual. Fondasi inilah yang membuat Iran mampu mematahkan berbagai serangan, termasuk menghancurkan sejumlah pusat pertahanan tentara Amerika di berbagai negara Timur Tengah.
"Kekuatan spiritual bangsa Iran inilah yang memungkinkan kekuatan bersenjata mereka semakin efektif dan efisien menghadapi koalisi berbagai negara bersama Israel dan Amerika Serikat," tulis Ereste dalam catatannya.
Lebih lanjut, ia menyoroti frustrasi Donald Trump yang gagal menguasai Selat Hormuz. Jalur perdagangan minyak dunia ini berhasil dikunci oleh Iran sebagai alat penekan ekonomi internasional, membuat ambisi Amerika untuk mengendalikan pasokan energi global menjadi kelimpungan.
Rapuhnya Fondasi Domestik Amerika Serikat
Kekalahan di medan tempur luar negeri ini, menurut Ereste, diperparah oleh keretakan internal di Washington. Ia mengaitkan sikap frustrasi Trump dengan langkah kontroversial memecat Jaksa Agung Pam Bondi secara mendadak.
Pemecatan ini diduga kuat berkaitan dengan penanganan kasus Jeffrey Epstein dan tekanan Kongres yang menuntut transparansi daftar klien yang terlibat.
Kondisi domestik AS berada di titik nadir dengan terjadinya penutupan anggaran (shutdown) tahun fiskal 2026. Dampaknya sangat masif:
Sekitar 900.000 pegawai federal dirumahkan (furlough).
Sekitar 700.000 pegawai tetap bekerja namun tanpa menerima gaji.
Terhentinya alokasi dana bantuan luar negeri dan subsidi asuransi kesehatan.
Menuju Tatanan Dunia Baru dan Perdamaian Regional
Ereste memprediksi bahwa kegagalan operasi militer Israel (seperti Operasi Rising Lion) yang dibalas telak oleh Iran melalui Operasi True Promise 3, akan mengakhiri kekacauan yang tidak menentu di kawasan tersebut.
Perubahan konfigurasi kekuatan ini akan membawa dampak besar bagi negara-negara tetangga:
Melemahnya Dominasi Arab Saudi: Hasrat Arab Saudi untuk menjadi pemimpin tunggal umat Islam di dunia diprediksi akan menyusut, meskipun status Mekkah dan Madinah tetap sebagai pusat religi.
Iran Sebagai Panutan: Iran dengan ideologi Revolusi Islamnya akan memposisikan diri sebagai negara Islam yang layak dijadikan panutan dalam perspektif kekuasaan politik yang berdaulat.
Akhir Konflik Yaman dan Suriah: Melemahnya pengaruh Barat akan memaksa penghentian perang saudara di Suriah dan konflik berkepanjangan di Yaman, sehingga mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa.
"Kekalahan Israel dan Amerika Serikat melawan Iran akan melahirkan tatanan dunia yang baru," pungkas Jacob Ereste dalam analisisnya.
Editor: Redaksi info RI. (**)
Sumber: Analisis Jacob Ereste, Kalibata 5 April 2026
Komentar
Posting Komentar