Tabang Memanas: Bus PT. AMM Dibakar Massa Pasca-Kecelakaan Maut, Warga Tuntut Transparansi CSR

Tabang Memanas: Bus PT. AMM Dibakar Massa Pasca-Kecelakaan Maut, Warga Tuntut Transparansi CSR
TABANG, KUTAI KERTANEGARA – Situasi di Kecamatan Tabang, khususnya di Desa Long Lalang, dilaporkan meningkat menjadi kericuhan massal pada Jumat (19/12/2025). Sebuah bus milik PT. AMM yang terlibat kecelakaan maut dengan pengendara motor akhirnya dibakar oleh massa yang tersulut emosi.

Kecelakaan dan Amuk Massa
Kecelakaan yang merenggut nyawa warga setempat memicu kemarahan besar. Warga yang berkumpul di lokasi kejadian meluapkan kekesalan dengan membakar bus perusahaan sebagai bentuk protes atas hilangnya nyawa manusia yang dianggap tidak sebanding dengan materi.

"Mobil ini tidak seimbang dengan nyawa manusia! Wajar mobil ini dibakar!" teriak salah seorang warga di tengah kepulan asap hitam dari bus yang terbakar.

Protes Keras Terhadap CSR dan Operasional PT. AMM
Aksi ini bukan sekadar reaksi spontan atas kecelakaan, melainkan akumulasi kekecewaan warga Dayak terhadap keberadaan perusahaan. Poin-poin tuntutan warga meliputi:

  Transparansi CSR: Warga mempertanyakan ke mana aliran dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan selama ini.

  Dampak Lingkungan: Warga menyoroti kondisi jalan yang hancur dan berlubang akibat kendaraan berat perusahaan yang tidak memperhatikan keselamatan masyarakat umum.
 Arogansi Perusahaan: Massa mengecam sikap perusahaan yang dianggap merasa "kebal hukum" karena memiliki izin dan dukungan pihak tertentu (backing). "Buat apa punya izin kalau tidak memperhatikan masyarakat? Ini tanah kami!" tegas orator aksi.

Intervensi Satlantas dan Penutupan Jalan Holding
Pihak Satlantas Polres Kutai Kartanegara telah berada di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan situasi. Namun, tugas kepolisian terhambat oleh blokade jalan total yang dilakukan warga pada jalur holding perusahaan menggunakan ban bekas dan rintangan lainnya.

Satlantas berupaya melakukan mediasi untuk menenangkan massa agar akses jalan dapat segera dibuka kembali, sementara proses hukum terhadap pengemudi bus terus berjalan untuk memastikan keadilan bagi korban.

Kondisi Terkini
Hingga sore hari, akses jalan operasional masih lumpuh total.

 Ratusan truk logistik tertahan di kedua sisi jalan. Pihak manajemen PT. AMM diharapkan segera melakukan pertemuan tatap muka dengan tokoh adat dan keluarga korban guna mencegah konflik horisontal yang lebih luas.(Ardian) 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

SKHGU FIKTIF & TRANSFER IlEGAL TERBONGKAR ! WARGA INTU LINGAU DESAK CABUT IZIN PT SAWIT YANG CAPLOK AREAL SAKRAL

DINAS PU NUNUKAN DIGUGAT Lecehkan Putusan MA dan Nekat Lelang Proyek Jalan Rp37 Miliar di Lahan Sengketa

Pasukan Serdadu dan Pasukan Merah DPC Teluk Bayur Kepung PT SMJ, Desak Pembayaran Hak Karyawan, Selesaikan