Sinergi Budaya dan Pembangunan Tiga Pilar Adat Gunung Tabur Dukung Wajah Baru Kawasan Keraton


Sinergi Budaya dan Pembangunan: Tiga Pilar Adat Gunung Tabur Dukung Wajah Baru Kawasan Keraton
BERAU GUNUNG TABUR -KAKTIM-BORNEOSINARTVNEWS, 24 Desember 2025 – Kawasan bersejarah Keraton Gunung Tabur kini resmi tampil dengan wajah baru. Peresmian Monumen Baturunan, dermaga wisata, serta jalur pedestrian di sepanjang tepian sungai yang dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, mendapatkan sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari tiga pilar utama otoritas adat setempat sebagai bentuk nyata sinergi antara pembangunan modern dan pelestarian nilai budaya.

Apresiasi tersebut datang langsung dari Sultan Gunung Tabur, Adji Awang Idris, SE, MT (Chalifatullah Kaharuddin II), yang didampingi oleh Ketua Dewan Adat Kesultanan serta Lembaga Pemangku Adat (LPA) Wilayah Kesultanan Gunung Tabur. Meskipun merupakan tiga unsur yang berbeda secara struktural, ketiganya sepakat bahwa langkah pembangunan ini merupakan bukti nyata komitmen dalam melestarikan warisan leluhur sekaligus memajukan sektor pariwisata daerah.
Pembangunan Berbasis Identitas Lokal
Proyek yang berlokasi di Jl. Kuran, Gunung Tabur, ini dirancang tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga untuk memperkuat identitas kewilayahan. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam peresmian kemarin meliputi
  Revitalisasi Monumen Baturunan Pembangunan monumen dengan ornamen naga khas kesultanan yang kini menjadi ikon baru tepat di pintu masuk kawasan Keraton.

  Fasilitas Dermaga Wisata: Penyediaan akses yang lebih representatif bagi wisatawan yang datang melalui jalur sungai, memudahkan mereka untuk mengeksplorasi situs sejarah di Gunung Tabur.

  Pedestrian yang Humanis: Penataan jalur pejalan kaki yang rapi di kawasan Keraton guna meningkatkan kenyamanan pengunjung serta menghidupkan geliat ekonomi lokal di sekitar tepian sungai.

Dukungan Tiga Pilar Adat
Kehadiran Sultan bersama jajaran pemangku adat dalam acara peresmian tersebut menegaskan adanya harmoni yang kuat antara pemerintah daerah dan pihak Kesultanan.
"Apresiasi ini diberikan karena pembangunan yang dilakukan tetap mengedepankan nilai-nilai estetika budaya dan menghormati tata krama adat yang berlaku di lingkungan Kesultanan Gunung Tabur," ungkap perwakilan lembaga adat dalam kesempatan tersebut.

Pihak Ketua Dewan Adat memberikan pertimbangan bahwa penataan ini akan sangat membantu dalam menjaga marwah Keraton. Sementara itu, Lembaga Pemangku Adat menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam pengelolaan aspek budaya di kawasan wisata tersebut agar tetap berkelanjutan.

Harapan Masa Depan
Pasca peresmian pada 23 Desember kemarin, diharapkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Berau, khususnya ke situs sejarah Gunung Tabur, akan terus meningkat secara signifikan. Sinergi antara Sultan, Dewan Adat, dan Lembaga Pemangku Adat menjadi modal utama dalam memastikan bahwa kemajuan infrastruktur di Berau berjalan selaras dengan pelestarian adat istiadat yang menjadi jiwa masyarakat setempat.(red/Haris/Suwarno) 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

SKHGU FIKTIF & TRANSFER IlEGAL TERBONGKAR ! WARGA INTU LINGAU DESAK CABUT IZIN PT SAWIT YANG CAPLOK AREAL SAKRAL

DINAS PU NUNUKAN DIGUGAT Lecehkan Putusan MA dan Nekat Lelang Proyek Jalan Rp37 Miliar di Lahan Sengketa

Pasukan Serdadu dan Pasukan Merah DPC Teluk Bayur Kepung PT SMJ, Desak Pembayaran Hak Karyawan, Selesaikan