Refleksi Palagan Ambarawa Syarkawi TNI Lahir dari Rakyat Setia Mengabdi untuk NKRI Harga Mati

Refleksi Palagan Ambarawa, Syarkawi: TNI Lahir dari Rakyat, Setia Mengabdi untuk NKRI Harga Mati
SAMARINDA - Dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika, Penasehat Cendekiawan Anak Pejuang Indonesia (CAPA), Syarkawi, menyampaikan pesan kuat mengenai fondasi ideologis dan historis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). 
BORNEOSINARTVNEWS (Senin 15/12/2025 ). 

Pesan tersebut berfokus pada tagline “Manunggal TNI dan Rakyat sebagai Pilar Ideologis Pancasila dan Penjaga Keutuhan NKRI”.

Syarkawi menegaskan bahwa Hari Juang Kartika adalah momentum ideologis dan historis untuk meneguhkan kembali jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional yang loyal kepada Pancasila dan UUD 1945.

Akar Sejarah dan Jati Diri TNI
Peringatan 15 Desember berakar pada peristiwa heroik Palagan Ambarawa tahun 1945. Peristiwa ini, menurut Syarkawi, menegaskan bahwa kedaulatan bangsa hanya dapat dipertahankan melalui persatuan antara kekuatan bersenjata dan rakyat.

“Sejarah tersebut membuktikan bahwa TNI lahir dari rahim rakyat Indonesia—dibesarkan oleh semangat kebangsaan, dan diarahkan sepenuhnya untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” ujar Syarkawi.

Manunggal TNI-Rakyat adalah Perwujudan Pancasila
Dalam perspektif ideologis, Syarkawi menjelaskan bahwa konsep Manunggal TNI dan Rakyat merupakan perwujudan nyata dari nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial. TNI tidak hanya bertugas menjaga wilayah teritorial, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan rakyat.

“Manunggal TNI dan Rakyat adalah kekuatan strategis sekaligus moral dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ketika rakyat dan TNI berdiri dalam satu barisan ideologis, maka setiap ancaman terhadap Pancasila, UUD 1945, dan NKRI dapat dihadapi,” tegasnya.

Seruan kepada Generasi Penerus Bangsa
Sebagai Penasehat CAPA, Syarkawi turut memikul tanggung jawab historis untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan tersebut. Ia menyerukan agar generasi hari ini memastikan semangat pengabdian, disiplin, dan loyalitas terhadap negara terus hidup dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.

Syarkawi menutup pesannya dengan menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Darat.

 “TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan setia mengabdi untuk Pancasila dan NKRI. Jayalah selalu TNI Angkatan Darat. Pancasila Abadi. NKRI Harga Mati,” tutup Syarkawi.(Sudy) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SKHGU FIKTIF & TRANSFER IlEGAL TERBONGKAR ! WARGA INTU LINGAU DESAK CABUT IZIN PT SAWIT YANG CAPLOK AREAL SAKRAL

DINAS PU NUNUKAN DIGUGAT Lecehkan Putusan MA dan Nekat Lelang Proyek Jalan Rp37 Miliar di Lahan Sengketa

Pasukan Serdadu dan Pasukan Merah DPC Teluk Bayur Kepung PT SMJ, Desak Pembayaran Hak Karyawan, Selesaikan