Proyek Gedung Sekolah Senilai Rp678 Juta di Berau Terancam Mangkrak Selasar Masih Berupa Tanah
Proyek Gedung Sekolah Senilai Rp678 Juta di Berau Terancam Mangkrak Selasar Masih Berupa Tanah
BERAU -KALTIM -BORNEOSINARTVNEWS Sabtu [20 Desember 2025] – Pembangunan ruang kelas baru yang diharapkan menjadi fasilitas penunjang pendidikan berkualitas di Kabupaten Berau kini menuai sorotan warga. Meski bangunan utama nampak berdiri, pengerjaan area selasar (selasar luar) terancam tidak selesai tepat waktu, memicu kekhawatiran akan terjadinya proyek mangkrak di bagian akhir pengerjaan.
Kondisi Lapangan yang Memprihatinkan
Berdasarkan pantauan di lokasi dan laporan warga, terdapat beberapa poin krusial yang menunjukkan ketidaksiapan kontraktor menjelang batas akhir kontrak
Akses Siswa Terancam Lumpur: Seluruh area selasar atau lantai depan kelas saat ini masih berupa tanah urukan kasar.
Tanpa adanya plesteran atau rabat beton, akses utama siswa menuju kelas dipastikan akan menjadi kubangan lumpur saat hujan dan sumber debu pekat saat cuaca panas.
Struktur Kaki Tiang Menggantung: Secara teknis, ditemukan beberapa dasar tiang penyangga selasar yang belum tertanam sempurna dalam beton. Kondisi "menggantung" ini tidak hanya merusak estetika bangunan, tetapi juga dipertanyakan fungsi jangka panjangnya.
Risiko Kerusakan Interior: Bangunan utama yang sudah dicat bersih kini terancam kotor dan rusak sebelum digunakan. Debu dari tanah urukan yang tidak disemen dapat masuk ke dalam ruang kelas dan merusak fasilitas yang ada di dalamnya.
Waktu Kritis dan Anggaran Besar
Proyek yang dikerjakan oleh CV. BANYU LEPEN BORNEO di bawah pengawasan Dinas Pendidikan Berau ini memiliki nilai kontrak yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp678.107.905.
Dengan sisa waktu hanya 6 hari kalender sebelum batas serah terima pada 26 Desember 2025, progres di bagian selasar dinilai sangat lamban. Warga khawatir kontraktor akan melakukan serah terima paksa (PHO) meski pekerjaan belum tuntas 100 persen.
Tuntutan Warga
Mewakili suara masyarakat setempat, warga menuntut transparansi dan ketegasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Berau untuk:
Melakukan sidak lapangan segera guna menekan pelaksana proyek.
Memastikan selasar diplester/disemen dengan standar yang baik sebelum batas waktu berakhir.
Tidak melakukan proses serah terima selama area halaman dan selasar belum dirapikan sepenuhnya.
"Uang rakyat sebesar itu seharusnya menjamin bangunan tuntas luar-dalam. Jangan sampai kelasnya baru, tapi anak-anak kami harus melewati lumpur untuk masuk ke sekolah," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Catatan untuk Media/Instansi:
Pelaksana CV. BANYU LEPEN BORNEO
Batas Kontrak: 26 Desember 2025
Lokasi: [Sebutkan Nama Sekolah di Sini]
Status Laporan: Keluhan Warga(Tim)
Komentar
Posting Komentar