LONG AMPUNG MEMBARA Panel PLTS Hangus Terbakar Warga Terancam Gelap Gulita Selamanya

LONG AMPUNG MEMBARA Panel PLTS Hangus Terbakar  Warga Terancam Gelap Gulita Selamanya
MALINAU- Kaltara –BORNEOSINARTVNEWS Suasana di Kampung Long Ampung, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, kini benar-benar mencekam. Bukan karena konflik, melainkan karena infrastruktur vital mereka, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dilaporkan hangus terbakar. 

Kejadian ini memicu kemarahan warga yang kini harus menghadapi kenyataan pahit: lumpuhnya aktivitas ekonomi dan pendidikan akibat krisis listrik yang kian parah.
Fakta di Lapangan  Bukan Sekadar Rusak, Tapi Terbakar
Informasi mengenai hancurnya aset negara ini dibenarkan langsung oleh petugas lapangan

 Yohanes Bit, petugas PLTS Long Ampung, bersama tim operator menyatakan bahwa kondisi di lokasi sudah sangat memprihatinkan. 

Sejumlah panel surya yang menjadi tumpuan hidup warga kini tidak lagi berfungsi.
“Benar, kondisi di lapangan sangat parah. 

Ada panel yang rusak dan sebagian besar sudah terbakar, sehingga tidak bisa digunakan maksimal lagi untuk menyuplai listrik ke rumah warga,” ujar Yohanes Bit saat dikonfirmasi dengan nada getir, Rabu (17/12/2025).

Lumpuh Total di Jantung Pedalaman
Bagi warga Long Ampung yang berada di wilayah terpencil, PLTS adalah satu-satunya "napas" mereka. Akibat insiden ini, aliran listrik sering terputus total (blackout).

 Dampaknya pun merembet ke segala lini:
  Pendidikan: Anak-anak sekolah terpaksa belajar dalam kegelapan.

 Ekonomi: Usaha kecil milik warga yang bergantung pada listrik kini mati suri.

  Keamanan: Desa menjadi gelap gulita saat malam hari, meningkatkan risiko keamanan bagi masyarakat.

Warga Menuntut Bukti, Bukan Janji
Kemarahan warga mulai memuncak. Mereka menilai kerusakan ini adalah bukti nyata abainya pemerintah dan pengelola dalam melakukan perawatan rutin. Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Malinau dan instansi terkait untuk tidak hanya sekadar "meninjau", tapi segera melakukan tindakan darurat.

“Kami tidak butuh janji manis atau kunjungan seremonial. Kami butuh listrik kembali menyala! Listrik adalah urat nadi kami di pedalaman.

 Jika ini dibiarkan, sama saja pemerintah membiarkan kami terisolasi dari peradaban,” tegas salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Desakan Untuk Audit dan Perbaikan Total
Masyarakat Long Ampung menegaskan bahwa keberlanjutan PLTS harus menjadi prioritas utama. Mereka menuntut
  Pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh sistem PLTS untuk mencegah kebakaran susulan.

  Pergantian panel yang terbakar dengan unit baru secepatnya.

  Peningkatan pengamanan dan perawatan agar aset miliaran rupiah tersebut tidak menjadi besi tua yang sia-sia.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menanti langkah nyata dari pihak berwenang. Jika tidak ada penanganan cepat, "Long Ampung Membara" bukan lagi sekadar kiasan, melainkan simbol matinya perhatian negara terhadap rakyat di garis depan perbatasan.
Editor:( Boni/hrs) 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SKHGU FIKTIF & TRANSFER IlEGAL TERBONGKAR ! WARGA INTU LINGAU DESAK CABUT IZIN PT SAWIT YANG CAPLOK AREAL SAKRAL

DINAS PU NUNUKAN DIGUGAT Lecehkan Putusan MA dan Nekat Lelang Proyek Jalan Rp37 Miliar di Lahan Sengketa

Pasukan Serdadu dan Pasukan Merah DPC Teluk Bayur Kepung PT SMJ, Desak Pembayaran Hak Karyawan, Selesaikan