Jadwal Terbatas Long Ampung Tanjung Selor Warga Terpaksa Tunda Keberangkatan
Jadwal Terbatas Long Ampung Tanjung Selor, Warga Terpaksa Tunda Keberangkatan
MALINAU, KALIMANTAN UTARA – BORNEOSINARTVNEWS Masyarakat Kampung Long Ampung, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, mengeluhkan keterbatasan jadwal penerbangan perintis menuju Tanjung Selor yang hanya tersedia satu kali dalam seminggu. Kondisi ini terpantau masih menjadi kendala utama warga pada Kamis (18/12/2025).
Keterbatasan frekuensi terbang serta tingginya jumlah calon penumpang membuat warga yang terlambat memesan tiket terpaksa menunda keberangkatan mereka hingga pekan depan.
Transportasi udara sendiri merupakan satu-satunya akses cepat bagi masyarakat Long Ampung untuk menjangkau pusat pemerintahan dan pusat aktivitas ekonomi di Ibu Kota Provinsi.
Kapasitas Pesawat Tak Sebanding dengan Peminat
Minimnya kapasitas pesawat yang melayani rute perintis ini menyebabkan tidak semua warga dapat terakomodasi dalam satu kali penerbangan.
Hal ini menciptakan antrean panjang dan ketidakpastian bagi warga yang memiliki urusan mendesak.
"Bukan karena pesawatnya ditunda, tapi karena jadwal hanya seminggu sekali dan penumpang sangat banyak.
Kalau tidak kebagian tiket, kami tidak punya pilihan selain menunggu minggu berikutnya," ujar salah seorang warga Long Ampung saat ditemui di lapangan.
Menghambat Roda Ekonomi dan Layanan Dasar
Penundaan keberangkatan ini dinilai berdampak langsung pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, di antaranya
Kesehatan: Sulitnya akses cepat untuk rujukan pasien ke rumah sakit yang lebih memadai.
Ekonomi Terhambatnya pengiriman hasil usaha masyarakat yang berdampak pada penghasilan harian.
Pendidikan & Pekerjaan: Banyak urusan kedinasan dan kebutuhan pendidikan yang terbengkalai akibat ketidakpastian jadwal.
Desakan Penambahan Jadwal
Masyarakat Long Ampung sangat berharap agar pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak maskapai memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini.
Penambahan jadwal penerbangan maupun armada pesawat dinilai sebagai kebutuhan mendesak untuk menunjang mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.
“Transportasi ini sangat penting bagi kami.
Kalau jadwalnya ditambah, kegiatan dan usaha masyarakat bisa berjalan lancar untuk menopang kehidupan sehari-hari,” tambah warga tersebut.
Masyarakat menegaskan bahwa pemerataan akses transportasi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara adalah kunci agar pembangunan dan kesejahteraan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada yang merasa terisolasi.
(Tim)Editor: Boni/antasari)
Komentar
Posting Komentar