BANJIR TERJANG MANOKWARI SELATAN Jembatan Utama Neney Putus Ketua GEMPA Soroti Penggunaan Dana Pajak
BANJIR TERJANG MANOKWARI SELATAN Jembatan Utama Neney Putus Ketua GEMPA Soroti Penggunaan Dana Pajak
MANOKWARI SELATAN, PAPUA BARAT –BORNEOSINARTGNEWS: Bencana banjir besar melanda wilayah Distrik Neney, Kabupaten Manokwari Selatan, menyusul curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut, sejak Jumat hingga Minggu (14/-12/2025).
Musibah ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur vital. Jembatan utama yang menjadi akses penghubung di Kampung Mampoji, Desa Induk Neney, dilaporkan putus total. Putusnya jembatan ini melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mobilitas total 123 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 296 jiwa yang tinggal di kampung tersebut.
Warga Bertahan di Hutan
Isak Iga, yang dikenal sebagai Ketua Perwakilan INTAC Papua Barat sekaligus Ketua GEMPA (Gerakan Peduli Pajak), mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa debit air sungai naik drastis setelah hujan tak kunjung berhenti.
Meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, situasi di lapangan cukup mencekam. Ratusan warga Kampung Mampoji yang ketakutan akan adanya banjir susulan memilih meninggalkan rumah mereka.
"Saat ini warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebagian besar terpaksa masuk ke hutan dan area perbukitan untuk menyelamatkan diri," ungkap Isak Iga, hujan mulai hari jumat 12-14 -2025.
Ketua GEMPA Soroti Akuntabilitas Dana Pembangunan
Dalam keterangannya, Isak Iga tidak hanya menyuarakan jeritan hati masyarakat yang terdampak bencana, tetapi juga menyoroti akuntabilitas penggunaan dana pembangunan daerah. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan dan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk segera mengalokasikan anggaran tanggap darurat.
"Kami bertanya, ke mana akuntabilitas penggunaan uang pajak yang selama ini kami bayarkan untuk pembangunan daerah dan penanggulangan bencana? Jembatan kami putus, kami butuh bantuan nyata dan pertanggungjawaban dana. Jangan biarkan 123 KK warga kami menderita di pengungsian tanpa kejelasan," tegas Isak, mewakili Gerakan Peduli Pajak.
Selain menuntut perbaikan jembatan dan bantuan logistik bagi pengungsi, Isak Iga juga kembali menyuarakan aspirasi mengenai pemekaran desa baru di wilayah Neney.
Ia menekankan bahwa aspirasi pemekaran Kampung Mampoji, yang telah terdaftar sebagai Kampung Persiapan di nomor urut 29 berdasarkan Peraturan Bupati sejak 20 Maret 2018, harus segera ditindaklanjuti , Serta 50 unit perumahan layak huni di Lokasi kampung Mampoji Distrik Neney kab Manokwari selatan papua barat segera terwujud.
Menurutnya, pemekaran ini krusial agar pembangunan infrastruktur dan penanganan masalah, termasuk bencana seperti ini, di wilayah mereka bisa lebih cepat tertangani oleh pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada alat berat yang tiba di lokasi. Warga berharap bantuan logistik berupa makanan, obat-obatan, dan tenda darurat segera dikirimkan ke titik pengungsian.
(Tim Liputan/GEMPA Papua Barat/Sudy)
Komentar
Posting Komentar