ANCAMAN LONGSOR: Galian C di Rinding Beroperasi Dekat Masjid Warga Desak Penghentian Segera Demi Keselamatan Nataru
ANCAMAN LONGSOR: Galian C di Rinding Beroperasi Dekat Masjid Warga Desak Penghentian Segera Demi Keselamatan Nataru
TELUK BAYUR, BERAU –KALTIM BORNEOSINARTVNEWS:Keresahan mendalam menyelimuti warga di Kelurahan Rinding, khususnya di sekitar Jalan Raja Alam. Aktivitas pengerukan tanah atau Galian C yang berlokasi di titik koordinat Lat 2.148708° Long 117.453041° dilaporkan mengancam keselamatan warga dan fasilitas umum.
Kegiatan yang diduga dikelola oleh pihak bernama enisial DL ini telah berlangsung selama dua minggu tanpa adanya pengamanan lingkungan yang memadai.
Fasilitas Ibadah Terancam Longsor
Kekhawatiran utama warga saat ini tertuju pada sebuah Masjid yang berdiri tepat di atas lereng area pengerukan. Jarak antara titik galian dengan fondasi masjid terlihat sangat dekat, sehingga warga khawatir struktur tanah akan menjadi labil.
"Kami sangat takut Masjid itu akan longsor kalau hujan terus turun. Pengerukannya sangat dekat sekali dengan bangunan," ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan pribadi.
Jalur Transportasi Menjadi Kubangan Lumpur
Selain ancaman longsor, aktivitas truk pengangkut material telah menyebabkan ceceran tanah yang masif di sepanjang Jalan Raja Alam.
Di tengah musim penghujan saat ini, tumpahan tanah tersebut berubah menjadi lapisan lumpur licin yang membahayakan pengendara motor.
Saat cuaca panas, lokasi yang sama menimbulkan polusi debu pekat yang mengganggu kesehatan warga sekitar.
Urgensi Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru)
Warga mendesak instansi terkait, terutama Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Satpol PP, dan BPBD, untuk segera menghentikan kegiatan tersebut sebelum jatuh korban jiwa.
Ada tiga alasan krusial yang mendasari desakan ini
Keselamatan Ibadah Lokasi yang sangat dekat dengan Masjid menuntut perlindungan ekstra bagi jemaah yang akan beribadah.
Peningkatan Arus Lalu Lintas Menjelang libur Nataru, mobilitas warga di Jalan Raja Alam akan meningkat, sehingga kondisi jalan yang licin sangat berisiko memicu kecelakaan beruntun.
Faktor Cuaca Intensitas hujan yang tinggi di akhir tahun meningkatkan risiko pergerakan tanah (longsor) secara tiba-tiba pada area yang sudah dikeruk.
Tuntutan Warga kepada Pemerintah
Hingga saat ini, warga merasa aduan mereka belum mendapatkan respons nyata di lapangan. Melalui laporan ini, warga menyampaikan tuntutan
Hentikan total aktivitas galian di lokasi tersebut karena melanggar aspek keselamatan pemukiman.
Tanggung jawab penuh dari pengelola untuk membersihkan aspal dari sisa lumpur secara menyeluruh.
Perlindungan Identitas Warga meminta pihak berwenang bekerja secara profesional dalam menindak laporan ini tanpa mengungkap identitas para pelapor.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Berau segera turun tangan sebelum bencana longsor atau kecelakaan fatal terjadi di wilayah Kelurahan Rinding.(Tim bstvnews)
Komentar
Posting Komentar