Proyek Drainase Teluk Bayur Warga Teluk Bayur "Marah Besar": Proyek Drainase Rp 8,5 M Dikerjakan Asal-asalan
Warga Teluk Bayur "Marah Besar": Proyek Drainase Rp 8,5 M Dikerjakan Asal-asalan
BERAU –KALTIM Proyek pembangunan sistem drainase perkotaan di Teluk Bayur, Kabupaten Berau, yang menelan anggaran hampir Rp 8,5 miliar dari APBD-P 2025, memicu kemarahan besar dari warga setempat. Kontraktor pelaksana, CV. CEMARA MEGA PERSADA, dituding mengabaikan mutu pekerjaan, bahkan membahayakan keselamatan publik dengan menggunakan penutup sementara yang tidak layak.Rabu( 26/11/2025)
Tiang Rumah Tak Dilas, Dikhawatirkan Roboh
Puncak kekecewaan diungkapkan oleh Ibu Hairani, salah satu warga yang terdampak langsung di kawasan Pasar Teluk Bayur.
Ia dengan nada marah menunjukkan tiang penyangga teras atau lapak dagangan rumahnya yang sempat dipangkas untuk kepentingan proyek. Tiang tersebut kini dipasang kembali dengan buruk.
"Ini pun tidak dilas. Hanya ditelpen (disambung) begitu aja. Ini kalau angin mungkin runtuh, ini berbahaya!" keluh Ibu Hairani dengan nada tinggi, khawatir sambungan tiang besi yang rapuh itu akan roboh dan membahayakan keluarganya.
Lubang Drainase Ditutup Papan Kayu Biasa
Sorotan utama lainnya yang membahayakan adalah pengabaian fatal terhadap standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di jalan umum. Lubang-lubang galian drainase yang memotong badan jalan beton di permukiman padat penduduk tersebut hanya ditutup menggunakan papan kayu atau palet biasa.
Kondisi penutup darurat dari papan ini dinilai sangat berisiko tinggi.
Papan mudah bergeser atau patah saat dilintasi, berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi pengendara maupun pejalan kaki. Perekam video di lokasi tersebut bahkan menekankan bahwa kondisi penutup darurat ini "sekali membahayakan jalanan ini."
Upaya Konfirmasi Belum Berhasil
Proyek yang didanai APBD-P 2025 dengan nilai kontrak Rp 8.498.727.800,00 ini seharusnya rampung pada 23 Desember 2025. Warga juga menuding kontraktor meninggalkan sejumlah pekerjaan belum tuntas sebelum pindah ke titik lain.
Hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi kepada pihak kontraktor, CV. CEMARA MEGA PERSADA, belum berhasil dilakukan. Kontraktor tidak dapat ditemui untuk dimintai tanggapan terkait keluhan warga mengenai kualitas pengelasan dan penggunaan papan kayu sebagai penutup drainase.
Tuntut Pertanggungjawaban DPUPR
Warga mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau segera turun tangan. Mereka menuntut pihak kontraktor untuk segera memperbaiki sambungan tiang rumah dengan pengelasan yang kuat, mengganti penutup drainase sementara dengan material yang aman, dan menyelesaikan seluruh pekerjaan dengan standar mutu yang layak, bukan asal jadi
(Tim)
Komentar
Posting Komentar