Desa Binai PLN Beri Jaminan Aman Warga Tolak dan Tuntut Kepastian Waktu

Desa Binai  PLN Beri Jaminan  Aman  Warga Tolak dan Tuntut Kepastian Waktu
Bulungan, Borneo Sinar TV News – Senin, 10 November 2025
Ancaman keselamatan warga akibat lima (5) titik tiang listrik beton miring ekstrem di Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, memasuki babak baru.

 Meskipun PT PLN (Persero) telah mengirimkan tim teknis ke lokasi, hasil verifikasi mereka yang mengklaim bahaya masih kategori rendah menuai penolakan keras dari masyarakat yang menuntut tindakan nyata dan kepastian waktu.

Pengecekan Lapangan  Verifikasi 'Kategori Rendah'
Setelah berita mengenai bahaya tiang ini dipublikasikan, PLN memberikan respons melalui kontak Tanah Kuning. 

Sempat diawali dengan respons umum, desakan media berhasil membuahkan tindak lanjut fisik.

Pada perkembangannya, dua orang tim teknis dari PLN telah dikonfirmasi turun langsung ke lokasi Desa Binai untuk melakukan pengecekan. 

Namun, hasil verifikasi ini kembali disampaikan oleh Bapak Akmal dari bagian Pelayanan Teknis PLN UPTD.

Menurut Akmal, hasil verifikasi lapangan menguatkan jaminan sebelumnya kondisi tiang masih dalam kategori rendah. 
Rasionalisasinya tetap didasarkan pada visual, di mana tiang adalah tiang beton dengan beban kabel tegangan rendah yang ringan, dan kemiringannya dinilai tidak sampai 45 derajat.

Prioritas PLN Tunda Penanganan Darurat
Mengacu pada hasil verifikasi tersebut, pihak PLN tetap memilih untuk menunda penanganan darurat tiang di Desa Binai. 

Fokus perbaikan PLN saat ini adalah memprioritaskan
 Jaringan Tegangan Menengah (JTM) yang bersifat emerjensi.

  Penggantian tiang-tiang besi yang lebih rentan terhadap korosi.

Keputusan ini secara implisit menangguhkan penanganan lima tiang miring di Desa Binai.

Warga Tolak Keras, Tuntut Revisi Prioritas dan Waktu Pasti
Jaminan teknis dan hasil verifikasi 'kategori rendah' dari PLN ini menimbulkan kekecewaan besar dan penolakan keras di kalangan masyarakat.

Warga menegaskan bahwa sikap PLN dinilai mengabaikan potensi korban jiwa yang bisa ditimbulkan oleh tiang yang sewaktu-waktu bisa roboh.
"Kami tidak butuh janji 'nanti' atau klaim 'aman'.

 Ini bukan masalah lampu padam biasa, ini ancaman korban jiwa. 

Kami menuntut PLN memberikan waktu pasti kapan tim teknis akan turun untuk perbaikan," tegas warga yang namanya disembunyikan.

Warga mendesak PLN untuk segera mengubah rencana kerjanya dengan
  Memberikan kepastian waktu penanganan darurat kabel yang menjuntai rendah.

  Merevisi Prioritas untuk mendahulukan penggantian dua (2) tiang yang dinilai warga memiliki kondisi paling berbahaya dan berpotensi roboh total, yang hingga kini belum masuk dalam daftar perbaikan segera.

Hingga berita ini ditayangkan, meskipun pengecekan sudah dilakukan, komitmen waktu untuk perbaikan darurat belum juga diberikan.

 Tiang-tiang miring dengan kabel melintang rendah tetap menjadi ancaman maut, khususnya bagi kendaraan tinggi seperti truk, yang berisiko menyangkut kabel.

 Masyarakat mendesak PT PLN (Persero) untuk segera bertindak nyata, mengakhiri kelalaian pemeliharaan kronis demi keselamatan umum.(Haris) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SKHGU FIKTIF & TRANSFER IlEGAL TERBONGKAR ! WARGA INTU LINGAU DESAK CABUT IZIN PT SAWIT YANG CAPLOK AREAL SAKRAL

DINAS PU NUNUKAN DIGUGAT Lecehkan Putusan MA dan Nekat Lelang Proyek Jalan Rp37 Miliar di Lahan Sengketa

Pasukan Serdadu dan Pasukan Merah DPC Teluk Bayur Kepung PT SMJ, Desak Pembayaran Hak Karyawan, Selesaikan