Bahaya Maut Tiang Listrik Miring di Desa Binai Belum Pernah Diperbaiki
Bahaya Maut Tiang Listrik Miring di Desa Binai
Belum Pernah Diperbaiki, 5 Tiang Listrik di Desa Binai Miring Parah Masyarakat Marah Prioritas PLN Dinilai Salah & Abaikan Titik Rawan Roboh
TANJUNG PALAS TIMUR, BORNEO SINAR TV NEWS – Kelalaian pemeliharaan oleh PT PLN (Persero) di Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, telah mencapai titik kritis yang secara serius mengancam keselamatan warga.
Masyarakat kini hidup dalam ketakutan akibat lima (5) titik tiang listrik beton yang miring ekstrem dan terancam roboh.
Masalah ini dikonfirmasi belum pernah diperbaiki sama sekali sejak lama, menunjukkan kelalaian yang berlarut-larut dari pihak PLN.
Ancaman Maut Kronis Kabel Menjuntai di Atas Jalan Raya
Lima tiang miring yang menjadi sorotan utama ini berlokasi di sekitar Rukun Tetangga (RT) 5, Desa Binai.
Salah satu tiang yang kondisinya sangat berbahaya berdiri tepat di depan rumah warga bernama Asriyani.
Kondisi tiang miring ini telah menimbulkan bahaya nyata bagi publik
Kabel Melintang Rendah Kabel listrik dari tiang-tiang yang miring tersebut sudah turun drastis, menjuntai, dan melintang sangat rendah di atas badan jalan raya utama.
Ancaman Truk Tersangkut Kondisi kabel yang turun ini menimbulkan kekhawatiran serius akan menyangkut dan tersangkut di kendaraan besar seperti truk atau mobil angkut yang melintas.
"Kondisi ini sudah sangat lama dan belum pernah disentuh perbaikan sama sekali.
Sekarang, kabelnya sudah turun betul.
Kalau truk lewat dan tersangkut, tiang itu pasti roboh dan dampaknya bisa memakan korban jiwa," tegas Bapak Tajudin, perwakilan masyarakat Desa Binai, mengungkapkan kekhawatiran warga.
Potensi tiang beton roboh seketika jika tersangkut sangat tinggi, yang berisiko besar menimbulkan korban jiwa atau kerusakan infrastruktur parah.
Prioritas yang Salah & Gagal Kontak PLN Abaikan Bahaya Tertinggi
Kekesalan masyarakat semakin memuncak setelah mengetahui respons awal dari PLN dinilai salah sasaran.
Dari total 5 titik tiang yang miring, didapati bahwa dua (2) titik tiang yang kondisinya paling parah, miring betul, dan paling berpotensi roboh, justru TIDAK masuk dalam rencana penggantian tiang oleh PLN.
"Kami sangat kecewa.
Tiang yang paling berbahaya, yang sudah miring betul dan paling mungkin jatuh, malah tidak mau diganti.
PLN harus memprioritaskan yang paling mengancam nyawa.
Ini adalah kesalahan prioritas yang fatal!" tambah Bapak Tajudin.
Lebih lanjut, tim Borneo Sinar TV News telah mencoba menghubungi langsung pihak PLN terkait di Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bulungan melalui saluran WhatsApp dan panggilan telepon berulang kali.
Namun, upaya konfirmasi dan tindak lanjut ini gagal total karena hingga berita ini disusun, tidak ada jawaban sama sekali dari pihak PLN.
Kegagalan kontak ini semakin memperkuat anggapan masyarakat bahwa pihak PLN lokal telah mengabaikan titik bahaya paling ekstrem dan mengabaikan keselamatan warga.
Tuntutan Mendesak Warga kepada PT PLN (Persero)
Masyarakat Desa Binai RT 5, melalui liputan eksklusif Borneo Sinar TV News, mendesak PT PLN (Persero) untuk segera mengambil tindakan darurat dan perbaikan menyeluruh
Tindak Lanjuti Darurat: Segera turun tangan ke lokasi untuk memastikan keamanan dan hentikan potensi bahaya roboh akibat kabel yang tersangkut kendaraan.
Revisi Prioritas Kerja: Ubah rencana kerja dan WAJIB memprioritaskan penggantian dua (2) tiang yang paling parah miringnya, mengingat ancaman keselamatannya yang paling tinggi.
Bertindak Tuntas Melakukan penanganan tuntas pada seluruh 5 titik tiang miring di Desa Binai yang selama ini menjadi bukti nyata kelalaian pemeliharaan.(haris)
Komentar
Posting Komentar