Tragedi Malam Minggu di Berau Warga Teluk Sulaiman Meninggal Diterkam Buaya Saat Memanah Ikan
Tragedi Malam Minggu di Berau Warga Teluk Sulaiman Meninggal Diterkam Buaya Saat Memanah Ikan
BERAU, KALIMANTAN TIMUR – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Berau menyusul insiden tragis serangan buaya di perairan Teluk Sulaiman pada Sabtu malam (Malam Minggu 18/10/2025).
Seorang warga bernama Wahyudi (30 tahun) dikabarkan meninggal dunia setelah diterkam buaya saat beraktivitas di pinggir laut.
Korban, yang diketahui merupakan warga Kampung Teluk Sulaiman RT 01, Biduk-Biduk, dilaporkan diserang buaya saat sedang memanah ikan bersama saudaranya di perairan tersebut.
Kronologi dan Kondisi Korban yang Tragis
Berdasarkan laporan yang beredar di masyarakat dan keterangan dari seorang warga bernama Hj. Bilu, korban disambar buaya yang tiba-tiba muncul di perairan Teluk Sulaiman pada malam hari.
Serangan buaya yang ganas tersebut menyebabkan korban mengalami luka parah.
Keterangan menyebutkan bahwa korban digigit pada bagian paha dan juga mengalami patah tangan.
Informasi yang beredar di kalangan warga bahkan menyebutkan kondisi korban sangat memprihatinkan, di mana bagian tubuh seperti kaki dikabarkan putus dan tangan terlepas akibat gigitan buaya tersebut.
Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia di rumah sakit.
Jasad korban sendiri dikabarkan berhasil ditemukan setelah dilakukan upaya pencarian oleh warga setempat.
Sebuah video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan suasana malam di lokasi kejadian, menunjukkan sejumlah warga berkumpul di tepi perairan, dengan beberapa orang melakukan pencarian di air yang dangkal pada dini hari.
Imbauan Waspada di Habitat Buaya
Masyarakat setempat diimbau untuk selalu waspada.
Perlu diketahui bahwa Teluk Sulaiman, terutama kawasan muara dan mangrove (seperti Salo Buaya), adalah habitat alami buaya.
Warga disarankan keras untuk tidak beraktivitas di perairan, terutama pada malam hari, guna menghindari potensi serangan serupa.
Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang seperti Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), atau Basarnas mengenai kronologi pasti, rincian identitas korban, maupun upaya penanganan konflik satwa liar ini di kawasan Biduk-Biduk. (Haris)
Komentar
Posting Komentar