SKANDAL BERAS RAKYAT KARUNG SPHP BANTUANG PEMERINTAH DITEMUKAN DIBUANG
SKANDAL BERAS RAKYAT KARUNG SPHP BANTUANG PEMERINTAH DITEMUKAN DIBUANG
Massal, Diduga Kuat Jadi Bukti Pengoplosan di Aceh Tenggara Sabtu( 18/10/2025)
Kutacane, Aceh Tenggara – Dugaan skandal penyalahgunaan bantuan pangan di Aceh Tenggara mencuat setelah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil (Korek) menemukan tumpukan karung kosong dalam jumlah sangat besar.
Karung-karung tersebut adalah kemasan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan yang disalurkan oleh pemerintah.
Awal Mula Penemuan
Temuan mencengangkan ini diungkapkan oleh Ketua DPW LSM Korek Aceh, Irwan Saputra, di lokasi pembuangan.
Tumpukan karung-karung bekas beras bantuan berwarna kuning dan hijau ditemukan berserakan di area terbuka, tepatnya di sekitar Jembatan Silayakh (Selayar), Aceh Tenggara.
Dalam video yang direkam di lokasi, Irwan Saputra menunjukkan tumpukan karung yang dibuang secara massal, bukan perorangan.
Karung-karung tersebut jelas berlabel SPHP, yang merupakan program beras yang kerap disalurkan melalui Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat.
Dugaan Kuat Pengoplosan Beras Bantuan
Penemuan karung-karung SPHP kosong dalam jumlah fantastis di satu lokasi pembuangan ini menjadi dasar kuat bagi LSM Korek untuk menduga telah terjadi praktik pengoplosan atau penyalahgunaan beras bantuan.
"Beras SPHP ini seharusnya dibagikan kepada masyarakat sebagai bantuan dalam kemasan yang utuh. Penerima bantuan pun wajib difoto sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Jika kemasan aslinya ditemukan dibuang serentak dan massal seperti ini, kami menduga berasnya telah dikeluarkan, lalu diisi kembali (dioplos) dengan beras kualitas rendah atau diganti isinya sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang berhak," tegas Irwan.
Irwan Saputra menambahkan, pola pembuangan karung secara terpusat ini mengindikasikan bahwa tindakan penyalahgunaan dilakukan oleh oknum-oknum yang terorganisir, bukan oleh penerima bantuan perorangan.
Tuntutan dan Respon Pihak Berwajib
Menanggapi temuan yang meresahkan publik ini, LSM Korek secara resmi mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Aceh Tenggara, untuk segera turun tangan dan melakukan penyelidikan.
"Kami meminta Polisi untuk tidak diam dan segera mengusut tuntas siapa oknum di balik pembuangan sampah SPHP ini.
Jika aparat tidak bertindak cepat, publik akan menilai ada pembiaran terhadap mafia pangan yang merugikan rakyat kecil," tuntut Irwan.
Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara dilaporkan telah menerima informasi terkait temuan ini.
Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian telah mengamankan beberapa karung sebagai barang bukti dan menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.
Penemuan ini menambah panjang daftar kasus dugaan penyalahgunaan pangan di Aceh Tenggara, yang sebelumnya juga pernah terjadi penggerebekan pabrik beras oplosan oleh kepolisian.
Publik kini menunggu langkah konkret dari aparat penegak hukum untuk membongkar dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam skandal beras bantuan ini. (Haris)
Komentar
Posting Komentar