KORBAN BERJATUHAN Ratusan Pelajar Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berbagai Daerah
KORBAN BERJATUHAN Ratusan Pelajar Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berbagai Daerah
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diterpa gelombang kasus keracunan massal yang melibatkan ratusan hingga ribuan pelajar dan guru di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, dan Malang.sabtu(25/10/2025)
Kejadian beruntun ini memaksa Badan Gizi Nasional (BGN) dan kepolisian turun tangan, bahkan menghentikan operasional sejumlah dapur penyedia makanan.
Korban dan Status KLB di Bandung Barat
Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi wilayah dengan insiden keracunan MBG paling parah, mencapai ribuan korban dan ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Bupati setempat.
Kecamatan Cipongkor Sep 21 & 24, 2025 sim 1.000 orang Meliputi siswa PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. Ditetapkan KLB.
SMKN 1 Cihampelas Sep 24, 2025 167 siswa Seorang siswa (BR, 17) meninggal dunia.
SMPN 1 Cisarua Okt 14, 2025 502 siswa Jumlah korban terus bertambah dari 57 orang.
SMPN 1 Lembang Okt 23, 2025 38 siswa Sebanyak 5 orang masih dirawat di RSUD Lembang dan Puskesmas DTP Jayagiri.
Menyikapi rangkaian peristiwa ini, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menduga adanya kelalaian dalam pengawasan program.
Ia mendesak agar quality control (pengawasan mutu) terhadap makanan diperketat sebelum disajikan kepada pelajar, meskipun Pemprov Jabar menyatakan tetap mendukung program pusat tersebut.
Investigasi dan Penghentian Dapur di Malang
Dugaan keracunan juga menimpa pelajar MTS Al-Khalifah Kepanjen, Kabupaten Malang.
Jumlah Korban Total 35 pelajar diduga menjadi korban.
Perawatan Delapan pelajar (usia 13-15 tahun) masih menjalani perawatan dan observasi di RSUD Kanjuruhan dan klinik swasta.
Tindak Lanjut Polres Malang tengah menyelidiki kasus ini dengan meminta keterangan dari guru, kepala dapur, dan sopir pengantar.
Sanksi Administratif Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional dapur SPPG Kepanjen Mangunrejo sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Dinkes dan BPOM, serta menuntut pengelola melengkapi Standar Operasional Prosedur (SOP).
Korban Guru dan Persoalan Higiene di Sleman & Jakarta
Kasus keracunan juga meluas hingga ke DIY dan Jakarta, dengan temuan mengenai kondisi kehigienisan penyelenggara.
Sleman (DIY) Sekitar 200 siswa dan tujuh guru di SMP Negeri 2 Mlati mengalami gejala keracunan.
Total sekitar 80 siswa dari tiga sekolah (MAN 3, SMP 2 Mlati, dan SD Jombor Lor) dibawa ke Puskesmas, dan satu siswa dirujuk ke RSA UGM. Penyedia makanan untuk ketiga sekolah ini berasal dari SPPG yang sama.
Jakarta (DKI) Dinkes DKI Jakarta mencatat 60 siswa dari 10 sekolah diduga keracunan, yang penyebabnya diduga kontaminasi bakteri.
Dinkes kini mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi 180 penyelenggara program, karena hingga kini belum ada satu pun yang mengantongi sertifikat laik sehat.
Saran Ahli dan Evaluasi Nasional
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Prof.
Tjandra Yoga Aditama, menekankan pentingnya pertolongan pertama dan evaluasi menyeluruh.
Langkah Pertolongan Pertama
Segera beri anak air putih biasa.
Hentikan konsumsi makanan.
Simpan sisa makanan untuk diperiksa.
Segera cari penanganan medis (Puskesmas/Rumah Sakit) jika keluhan memberat.
Prof. Tjandra juga mendorong BGN untuk melakukan tiga evaluasi mendalam penyebab keracunan yang berulang, mutu gizi makanan, dan penyesuaian pelaksanaan program dengan kondisi lokal di setiap daerah.
Laporan Bergelora.com dilansir oleh Borneo Sinar TV News.(Haris)
Komentar
Posting Komentar