JANGAN BUTA KARENA 0,01% OKNUM! KETUM FRIC SERUKAN JUTAAN RAKYAT HARGAI 436 RIBU POLRI SEBAGAI PENJAGA KEAMANAN BANGSA
JANGAN BUTA KARENA 0,01% OKNUM! KETUM FRIC SERUKAN JUTAAN RAKYAT HARGAI 436 RIBU POLRI SEBAGAI PENJAGA KEAMANAN BANGSA
JAKARTA – Ketua Umum Fast Respon Indonesia Center (FRIC), H. Dian Surahman, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan narasi penghujatan terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan mulai melihat kontribusi besar dari institusi tersebut.
H. Dian Surahman menegaskan bahwa tidak adil jika kinerja ratusan ribu personel Polri dicoreng hanya karena ulah segelintir oknum yang diperkirakan hanya berjumlah 0,01% dari total kekuatan.
Kekuatan Terbesar di ASEAN Menjamin Rasa Aman
H. Dian Surahman mengingatkan bahwa Polri, dengan sekitar 436.432 personel, merupakan kekuatan kepolisian terbanyak di Asia Tenggara, melebihi negara-negara lain:
| No. | Negara | Jumlah Personel Kepolisian
| 1. | Indonesia | 436.432 personel
| 2. | Thailand | 230.000 personel |
| 3. | Filipina | 221.419 personel |
| 4. | Malaysia | 134.978 personel |
Beliau menekankan betapa krusialnya peran Polri sesuai motto mereka, "Polri Untuk Masyarakat."
Jika Polri dihujat terus, bayangkan bila Kapolri perintahkan Polisi mogok selama satu minggu. Apa yang akan terjadi bagi negeri kita ini?" tanya Dian.
"Perampokan, penjarahan, begal, pembunuhan, dan kekacauan lalu lintas akan terjadi.
Polri hadir untuk masyarakat setiap saat."
Dukungan Polri untuk Swasembada dan Indonesia Emas
Selain tugas utama Kamtibmas, H. Dian Surahman menyoroti peran Polri dalam mendukung program strategis Pemerintah.
Saat ini, Polri turut serta secara aktif dalam:
Mendukung program Makan Bergizi Gratis.
Mendukung upaya Swasembada Pangan melalui kegiatan bertanam jagung dan menjual beras.
"Mari kita lihat sisi baik dari Polri, dan selayaknya kita berterima kasih kita bisa menikmati situasi aman dan damai," tambahnya, seraya menyinggung bahwa jumlah prajurit TNI aktif juga mencapai 694.700 personel (berdasarkan Lowy Institute Asia Power Index 2024).
Waspada Hoaks dan Seruan Persatuan
FRIC menyerukan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi.
Dian Surahman menyebut bahwa musuh terberat saat ini adalah media sosial yang menyebarkan hoaks dan penggiringan opini yang berpotensi memecah belah persatuan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk:
Bersikap bijak dalam menyikapi semua konten di media sosial.
Menelaah dahulu dan memastikan sumbernya terpercaya.
Tidak mudah terpengaruh oleh provokasi.
Pesan penutup juga ditujukan kepada rekan Jurnalis agar melaksanakan tugas sesuai data dan fakta, serta menghindari pemberitaan yang memecah belah persatuan dan bukan berdasarkan pesanan, sesuai UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.
"Salam pandangan FRIC, seharusnya lah kita bersama-sama mendukung Pemerintah, Polri dan TNI guna terwujudnya situasi Kamtibmas dan program Menuju Indonesia Maju Indonesia Emas terlaksana dengan sukses," tutup H. Dian Surahman.(red)
Komentar
Posting Komentar